MUNAS IHAMAFI XIV

MUNAS IHAMAFI XIV

YOGYAKARTA-Tafsir senja petang tak pernah sama bagi setiap orang. Pesonanya pula selalu berbeda di setiap tempat. Senja petang adalah lukisan anggitan alam yang menakjubkan. Itulah center dari kegitan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika Indonesia (IHAMAFI) XIV yang berlangsung di jogja. Tanggal 12-20 mei ini. Pelaksanaannya tersinergi dari beberapa universitas. Antara lain : UGM, UNY, UST, dan UINSUKA.

“Jumlah peserta pada kongres ini yang hadir mencapai 161 mahasiswa”. Ujar Koordinator Munas IHAMAFI XIV, Ari Saputra. Semua yang hadir merupakan duta mahasiswa program Pendidikan Fisika dan Ilmu Fisika dari seluruh kampus di Indonesia yang tergabung dalam anggota.

Pembukaan kongres berlangsung di penyambutan Wisma Arimbi, selama menyingsing maghrib hingga malam petang. Pagi biru yang sejuk, menemani kami saat sarapan dan saling sapa dengan para duta mahasiswa se-Indonesia. Kebetulan mayoritas delegasi universitas dari Jawa timur duduk dalam satu meja dengan delegasi universitas dari Semarang dan Sumatra Selatan.

Seusai makan pagi yang khas dengan ke-jogjaannya, agenda selanjutnya di UINSUKA. Acara Seminar Nasional dengan tema “Melirik Perkembangan Fisika di Indonesia”. Gemuruh ilmiah bersahutan dalam diskusi sunyi, sembari mendengar pemaparan 2 narasumber : Dr. Arjon Turnip, Ph.D. dan Handoyo Saputro, M.Si.

Kongres ini juga menjungjung edukasi ilmiah. Seperti, Lomba Poster. Pelaksanannya di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Halaman kampus digunakan sebagai angel demo poster-poster dari perwakilan himpunan dan demo alat pengembangan ilmu fisika yang dikontribusi oleh ikatan himpunan mahasiswa Fisika Jawa Tengah-Solo.

Pada acara intinya, bertempat di kaliurang. Yaitu Musyawarah nasional. Rundown yang dilakukan antara lain : sidang komisi, pleno, dan pemilihan sekretaris jendral. Disana diskusi, dan keunggulan ilmu bisa diketahui. Karena profesionalitas organisasi adalah sinergi, dan toleransi untuk pencapaian hal yang lebih baik.

Masih bosan pada formalitas Musyawarah Nasional. kami pun diajak fieldtrip mengelilingi Malioboro dan Tugu, salah satu destinasi unique yang menghiasi kota pendidikan. Disana oleh-oleh dan sendau gurau sampai melupakan identitas, bahwa kami adalah anak Fisika.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *